 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Herwati Serahkan Piagam Adipura kepada Bupati |
| PASERKAB, 14-06-2008 00:00:00 WITA
Piagam Adipura untuk kategori kota kecil yang diterima Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekkab Paser, Hj Herwati SE, diserahkan kepada Bupati Ridwan di ruang kerja Bupati, Kamis (12/6). Penyerahan disaksikan Sekkab Drs H Helmy Lathyf MSi.
Kepada Bupati, Herwati melaporkan bahwa dari hasil penilaian, Tanah Grogot tidak lagi mendapatkan nilai jelek seperti tahun lalu.
?Alhamdulillah peringkat Tanah Grogot meningkat secara signifikan, bahkan kita termasuk salah satu dari 17 kota yang menerima piagam Adipura. Kota yang mendapatkan piagam ini hanya memiliki selisih 11 poin di bawah kota penerima penghargaan Piala Adipura,? jelas Herwati.
Dia mengharapkan adanya perhatian yang lebih serius lagi di tahun ini, dan kalau perlu segala biaya yang akan digunakan untuk kegiatan ini dapat dianggarkan melalui APBDP 2008.
?Tahun lalu kita berada di posisi sembilan tingkat Kalimantan Timur. Sekarang kita mendapatkan piagam Adipura. Dengan adanya perhatian yang besar dan kesadaran semua pihak untuk membangun, maka bukan tidak mungkin kita bisa mendapatkan anugerah Adipura di tahun-tahun mendatang,? ujar Herwati optimis.
Menurut Herwati, perbaikan tersebut akan difokuskan pada tiga objek utama. Yaitu pagar kawat yang akan dibangun di sekeliling Tempat Pembuangan Sampah (TPA), pembangunan pintu gerbang kota dan penyediaan air dari sumur pantau untuk pencucian kendaraan. Ketiganya akan diselesaikan tahun ini di kilometer 6 Janju.
Bupati menambahkan adanya pembuatan hutan kota yang juga akan dibuat di lokasi yang sama, atau di tempat lain seperti dekat perumahan Tapis. Khusus untuk TPA, Bupati mempertanyakan untuk memindahkannya ke lokasi lain yang jauh dari pintu gerbang kota. Namun M Kasim dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mengatakan, sistem pengelolaan TPA yang berjarak sekitar 200 meter dari jalar raya tersebut menggunakan sanitary landfill. TPA yang beukuran 4 hektare tersebut mampu menampung 60-70 kubik sampah per hari. Kasim mengatakan bahwa DKP juga telah memprogramkan untuk mendirikan pabrik kompos dengan incenerator.
?TPA harus tertutup dan terpisah dengan areal di sekitarnya. Selain pagar tertutup, DKP akan membuat dua pintu gerbang yang akan dilewati mobil pengangkut sampah keluar masuk. Selain itu harus ada jembatan timbang di dekat TPA,? Kasim menjelaskan. (KaltimPost, 14062008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|