 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Berbagai Harapan Mencuat di Sosialisasi Pembangunan |
| PASERKAB, 17-06-2008 00:00:00 WITA
Untuk mensosialisasikan pembangunan tahun 2008 yang dilaksanakan oleh Pemkab Paser, Bupati Ridwan Suwidi dan pejabat sejumlah instansi terkait mengunjungi sejumlah ibu kota kecamatan. Sosialisasi pembangunan, selain dihadiri unsur muspika, aparat desa, serta BPD, juga hadir tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan para kepala sekolah.
Yang menarik, acara sosialisasi pembangunan yang lebih banyak ke arah dialog tersebut, juga dirangkai road show Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) oleh Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).
Saat sosialisasi pembangunan di Kecamatan Batu Engau, sejumlah pertanyaan dan masukan disampaikan masyarakat. Di antaranya, masalah jarak tanam kelapa sawit oleh perusahaan yang terlalu dekat dengan Sungai Kerang yang merupakan sumber air minum masyarakat beberapa desa.
Ada juga yang meminta bantuan pemerintah untuk menstabilkan harga eceran bahan bakar di Batu Engau, yang dijual terlalu tinggi dari harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Hal ini, menurut mereka, semakin menambah jumlah orang miskin di kecamatan yang berbatasan dengan Kalsel itu.
Sedangkan Camat Batu Engau kepada bupati berharap kembali meninjau rencana pemerintah membagikan dana Bantuan Tunjangan Langsung (BLT) dari kompensasi BBM yang menggunakan data tahun 2005. Pasalnya, saat ini, menurut camat, jumlah warga miskin di Batu Engau meningkat dibanding 2005.
"Selain itu, menyangkut kompensasi pembagian beras miskin atau raskin, karena jumlahnya beras yang diterima tidak lagi sebanding dengan jumlah warga yang menerima. Kami berharap, hal ini dapat ditinjau lagi. Karena selama ini kami terpaksa membagi rata, sehingga jumlah beras yang didapat tidak lagi sebanyak yang ditetapkan," harapnya.
Sementara, saat sosialisasi pembangunan di Kecamatan Tanjung Harapan, Camat Tanjung Harapan Mardian mengutarakan, ada dua masalah utama yang saat ini melanda masyarakat Tanjung Harapan. Yang pertama, menurutnya, jalan darat satu-satunya ke ibu kota kecamatan melalui Batu Engau, yang walaupun sudah bisa dilewati, namun belum maksimal.
Kedua, lanjut camat, menyangkut air bersih yang masih sulit diperoleh sebagian besar masyarakat di Desa Selengot, Labuang Kalo, dan Random. Sedangkan masalah BBM yang banyak dikeluhkan masyarakat di sejumlah daerah pasca-kenaikan harga bulan lalu, menurutnya, tidak terlalu menjadi persoalan dari segi harga.
Walaupun diakui pendapatan mereka relatif berkurang, masyarakat yang rata-rata pelaut masih bisa menerima harga yang sudah dipatok pemerintah pusat, meski harga minyak tanah di tingkat pengecer di Desa Senipah mencapai Rp 7.000 per liter.
"Yang menjadi persoalan adalah terbatasnya pasokan ke Tanjung Harapan, khususnya solar dan minyak tanah. Karena itu, saya, atas nama warga Tanjung Harapan, berharap, hal ini menjadi perhatian," jelasnya. (KaltimPost,17062008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA :
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|