 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Kecamatan Baru Minimal Terdiri Atas 10 Desa |
| PASERKAB, 23-06-2008 00:00:00 WITA
Perda Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Paser mungkin tidak akan terlaksana. Pasalnya, setelah Perda Pemekaran disahkan DPRD pada 8 April 2008, lahir peraturan pemerintah (PP) 19/2009 tentang Kecamatan. Dalam PP itu syarat sebuah kecamatan di daerah kabupaten minimal terdiri atas 10 desa atau kelurahan. Sementara jumlah desa dari empat kecamatan yang dimekarkan itu tidak mencapai 10 desa.
Kepala Bagian Tata Praja Setda Paser Drs Katsul Wijaya Msi usai rapat di Ruang Sadurangas Kantor Pemkab Paser mengungkapkan, masalah ini sudah disampaikan kepada Pemprov Kaltim saat mengikuti rapat koordinasi bidang pemerintahan di Kutai Barat, Senin (16/6).
Pemprov menurut Katsul akan mengonsultasikan masalah tersebut ke pemerintah pusat. Katsul mengajukan pertimbangan, bahwa proses pemekaran di Paser sudah berjalan sejak 2005 dan sudah mengeluarkan banyak biaya.
Menurut Kaltsul, upaya pemekaran kecamatan dilakukan karena partisipasi masyarakat sekaligus mendekatkan pelayanan pemerintah dengan masyarakat setempat. Selain itu memudahkan proses pembangunan kecamatan tersebut.
Dikatakan, PP 19/2009 menetapkan kriteria kecamatan baru di daerah kabupaten paling sedikit terdiri atas 10 desa/kelurahan dan untuk daerah kota paling sedikit terdiri atas lima desa/kelurahan. Saat pengesahan perda, PP baru ini tidak diketahui oleh pemkab maupun DPRD Paser. "Dalam waktu dekat kami akan menyampaikan kepada pemprov dan pemerintah pusat agar pemekaran di sini bisa berjalan dengan PP lama," kata Katsul. Pasalnya kesiapan desa sudah memenuhi syarat untuk mendukung sebuah kecamatan baru. Hal lain agar masyarakat tidak kecewa.
Menurut Katsul, dalam PP yang baru ada beberapa toleransi atau pengecualian yakni di wilayah perbatasan atau kepulauan yang sifatnya kepentingan nasional. Antisipasi saat ini menunggu hasil konsultasi ke pusat. Jika memang tidak bisa maka kita akan ikut PP yang baru dan tentunya akan berjalan lebih lama dan membutuhkan biaya," ujar Katsul. (TribunKaltim, 20062008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 9
|