 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Produksi Rotan 10 Ton per Bulan |
| PASERKAB, 26-06-2008 00:00:00 WITA
Tokoh masyarakat Desa Lambakan Kecamatan Long Kali, Kastan AR, Rabu (25/6) menceritakan kegelisahan warga Desa Lambakan dalam sebuah lokakarya. Dia mengatakan, petani rotan di Desa Lambakan kini hidup dalam keprihatinan.
Lokakarya yang mengambil tema Membangun Komitmen Multi Pihak untuk Mengembangkan Usaha Budidaya dan Kerajinan Rotan Masyarakat, digelar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Persatuan Masyarakat Adat (PeMA) Paser bekerjasama dengan Kawal Borneo Community Foundation (KBCF), di Aula PKK Kabupaten Paser.
Menurut Kastan, para petani rotan kini hidup dalam keprihatinan. Mereka sekarang seperti tidak punya penghasilan, padahal rotan di sekitar mereka banyak sekali.
"Itu bukan karena mereka tidak mau bekerja, tapi karena sering kali hasil kerajinan rotan mereka tidak dibayar, sehingga mereka kehabisan modal. Selain itu, harga jual rotan relatif tetap, sedangkan harga kebutuhan pokok terus meningkat, ditambah dengan dokumen-dokumen pengiriman rotan dan jalan yang rusak, warga jadi semakin terjepit," kata Kastan.
Kastan menjelaskan, di era tahun 1960-1980 Pemkab Paser memberi perhatian penuh kepada petani rotan. Seperti memberi modal, pelatihan keterampilan, pemasaran, bahkan memberikan perlindungan kepada petani agar tidak ada yang mempermainkan harga jual rotan.
"Dukungan-dukungan seperti itu sekarang tidak dirasakan lagi, padahal budidaya rotan di desa kami sudah dimulai dari nenek moyang kami sampai sekarang. Artinya, rotan sudah menjadi tulang punggung perekonomian warga di sana. Apalagi desa kami mampu memproduksi rotan sebanyak 10 ton/bulan, tapi karena kendala-kendala itulah kami tidak bisa berbuat," jelasnya.
Oleh karena itu, ia atas nama warga Desa Lambakan berharap Pemkab memberikan dukungan, sehingga rotan kembali menjadi primadona usaha warga Desa Lambakan. Warga juga memohon agar rotan jangan dihilangkan kemudian diganti dengan kebun sawit atau karet, sebab rotan sama sekali tidak mengganggu kelestarian lingkungan. (TribunKaltim,26062008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 9
|