225 Guru Ikuti Pendidikan PGSD | |
|
PASERKAB, 01-07-2008 00:00:00 WITA Untuk kesekian kalinya, Pemkab Paser kembali melakukan gebrakan dalam ranah dunia pendidikan. Kali ini, diwujudkan dalam bentuk jalinan kerja sama bidang pendidikan dengan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda untuk melaksanakan Program Kualifikasi pendidikan Strata 1 (S-1) untuk PGSD dan Penjaskes, diikuti 225 peserta. Ini dibiayai APBD Kaltim dan Paser. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi standardisasi pemerintah pusat yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pada juncto pasal 29 ayat 2. Di situ dinyatakan, guru sebagai pendidik pada semua jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA/sederajat, merupakan tenaga profesional mutlak harus memiliki keterampilan dan keahlian tertentu. Terutama di dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Apalagi, jika dikaitkan maraknya tuntutan masyarakat, terutama orangtua dan wali murid untuk mendapatkan pendidikan terbaik bagi putra-putri mereka di sekolah saat ini. Hal tersebut fenomena menarik yang harus disikapi bijak oleh para guru, sebagai perwujudan profesionalisme yang harus mereka emban untuk terus memajukan dunia pendidikan dewasa ini. Acara kuliah perdana Program Kualifikasi S-1 PGSD dan Penjaskes Tanah Grogot, Minggu (29/6), di Gedung Awa Mangkuruku, dibuka Kabag Kesra Pemkab Paser Untung Sadarsyah mewakili bupati. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, zaman yang serba global sekarang sangat mengharuskan para guru untuk benar-benar mampu mengarahkan dan memberikan kemampuan akademik yang bermutu demi membangun cikal-cikal generasi muda yang andal. ?Kualitas dan keilmuan para pendidik di sekolah merupakan modal utama yang sangat penting dalam menentukan masa depan para siswa didik. Jadi, para guru harus S-1,? jelas Untung. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmul Samarinda Prof. Dr. Ikrar Asbar MS mengatakan, dengan semua fasilitas dan sarana pendukung yang telah disediakan Pemkab untuk meningkatkan kualitas dan sertifikasi para guru di tingkat S1, kualitas para guru didik dan mutu pendidikan di daerah juga akan semakin meningkat. ?Yang terpenting adalah, bagaimana kita mampu mensiasati itu semua dan membenahi dunia pendidikan secara maksimal. Sehingga, bisa menghasilkan para guru yang siap menyambut tantangan masa depan yang lebih baik. Unmul hanya fasilitator,? terang Ikrar. (KaltimPost, 01072008) Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
