 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Program Pendidikan Tetap Prioritas |
| PASERKAB, 12-07-2008 00:00:00 WITA
Bupati Paser HM Ridwan Suwidi mengatakan, pendidikan di Paser merupakan masalah prioritas guna menunjang pelaksanaan program pembangunan.
Pemkab sudah berusaha maksimal dalam mengaktualisasikan kegiatan pendidikan ini di masyarakat. Banyaknya putra-putri daerah yang disekolahkan ke berbagai universitas terkemuka di Indonesia, adalah bukti upaya pemerintah memacu pergerakan dunia pendidikan di Bumi Daya Taka ini.
?Masa depan Kabupaten Paser tidak bisa tidak sangat bergantung dengan SDM putra-putri daerahnya. Sudah lebih dari 700 orang anak yang kita kirim untuk bersekolah ke luar daerah. Baik di luar Paser maupun luar Kaltim. Pada saatnya nanti, mereka bisa menjadi bagian dari kader-kader perintis pembangunan,? ungkap Bupati saat menyampaikan pengarahan di hadapan para Kepala Desa (Kades), Badan Perwakilan Desa, Unsur Muspika Paser Belengkong, LPM tokoh pemuda dan masyarakat Paser Belengkong dalam sosialisasi kegiatan pembangunan tahun 2008 di aula Kantor Camat Paser Belengkong, Rabu (9/7).
Perhatian Ridwan terhadap dunia pendidikan ini tidak hanya dilakukan terhadap para generasi muda. Perhatian lebih juga diberikan kepada para guru pendidik yang belum memiliki sertifikasi ijazah Strata-1, dengan merajut jalinan kerjasama bidang pendidikan dengan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda untuk melaksanakan Program Kualifikasi pendidikan Strata 1 untuk PGSD dan Penjaskes. Program ini diikuti 225 orang peserta, sepenuhnya dibiayai dari APBD I dan II Pemkab.
Itu dilakukan demi untuk memenuhi standarisasi pemerintah pusat yang diatur di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pasal 29 ayat 2. Intinya mengharuskan semua guru yang menjadi tenaga pendidik pada semua jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA dan yang sederajat, adalah tenaga profesional yang mutlak harus memiliki keterampilan dan keahlian tertentu, terutama di dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran di kelas.
?Semua ini kita lakukan sebagai pondasi awal untuk pembangunan pendidikan di daerah kita. Makanya kita kirim para guru yang belum mempunyai sertifikasi keguruan ini, untuk dididik di Unmul, hingga mempunyai ijazah S1. Tentu saja, semua itu hasil-hasilnya tidak bisa dilihat sekarang,? tuturnya.
Ia menambahkan, zaman yang serba global sekarang sangat mengharuskan para guru benar-benar mampu mengarahkan dan memberikan kemampuan akademik yang bermutu.
?Pemkab selalu berusaha untuk tetap memberikan yang terbaik guna membantu meningkatkan kualitas SDM generasi muda dan para guru. Semua ini kita lakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara lebih baik, sekaligus untuk mencerdaskan semua kehidupan bangsa,? jelas Ridwan Suwidi. (KaltimPost, 12072008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA :
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|