Ridwan: Harus Tepat Sasaran | |||||||||||
Program yang digulirkan untuk rakyat miskin harus bisa dirasakan oleh masyarakat yang bersangkutan, sehingga bisa mengangkat kehidupan mereka menjadi lebih baik. Banyaknya teori yang tertulis di buku-buku teks harus bisa diterjemahkan secara objektif, mendalam dan sesuai dengan kondisi ekonomi dan kultur masyarakat setempat supaya teori-teori tersebut bisa berhasil guna dalam aplikasinya. Demikian diungkapkan Bupati Paser HM Ridwan Suwidi saat membuka lokakarya peran dan fungsi Pemerintah Kabupaten Paser dan Stakeholders yang dilaksanakan di ruang Sadurangas, Kamis (21/8) lalu. Menurutnya, lembaga pemerintah yang mendapat tugas untuk merumuskan kebijakan terhadap rakyat miskin secara langsung bertanggung jawab terhadap program yang disusunnya. ?Mestinya tanggung jawab yang diberikan ini bisa dijadikan evaluasi diri dan introspeksi untuk melihat sampai sejauh mana sumbangsih dan dharma bhakti kita terhadap kemiskinan di Paser yang kita cintai ini. Dan jangan lupa bahwa itu juga akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT di akhirat nanti,? papar Ridwan. Satu hal yang perlu disadari bahwa masalah kemiskinan sering sekali diseminarkan di mana-mana. Banyak ilmuwan sering melaksanakan lokakarya dan pertemuan-pertemuan untuk menyusun program untuk memberantas kemiskinan. Merupakan tugas kita untuk melihat apakah program-program tersebut sudah tepat sasaran di Paser dan susah sinkron sampai di tingkat bawah. ?Kita tidak usah terlalu banyak bicara tentang hal-hal yang menyangkut internal organisasi kelembagaan dan administrasi, tapi langsung ke pokok permasalahan yang terjadi di lapangan. Perlu saya sampaikan di sini bahwa bahwa masih banyak rumah yang tidak layak dihuni oleh masyarakat yang sudah merdeka lebih dari 60 tahun, sementara di sisi lain daerah kita kaya dengan sumber daya dan banyak orang lain yang justru memiliki rumah yang mewah,? tandas Bupati. Dari aspek kenegaraan, UUD 1945 telah menyatakan bahwa orang miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Tapi apakah sudah maksimal? Sudah sampai di mana usaha yang dilakukan.. Dia menginginkan adanya badan penyantun untuk anak miskin dan anak-anak yatim di desa. Bupati menyatakan bahwa kemiskinan tidak bisa diberantas hanya dengan satu macam program, tapi harus dilihat secara keseluruhan. Di samping ada spesifikasi antara kasus per kasus, sampai ke sasaran yang efektif serta sasaran penanggulangan. Dia memberikan contoh program yang tidak efektif, yaitu pemberian bantuan kepada rakyat miskin di desa yang jumlahnya Rp 10 juta, sementara ongkos perjalanan ke sana lebih dari Rp 10 juta. ?Memang sulit untuk memadukan pikiran dari semua orang yang memiliki ide dan gagasan berbeda, namun dengan adanya tekad yang kuat antara semua pihak yang terlibat seperti pemerintah pusat, daerah dan masyarakat saya optimistis kita akan bisa,? ujarnya. (KaltimPost, 25082008) Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
