 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Pesantren Mampu Lahirkan kemandirian |
| PASERKAB, 27-08-2008 00:00:00 WITA
Kebijakan pendidikan gratis di Kabupaten Paser seolah terasa hambar manakala selalu memunculkan keprihatinan, kepahitan, kegagalan, kekesalan, dan kegeraman. Semakin banyak orang yang menuding pendidikan sebagai faktor utama penyebab bertahannya krisis multi dimensional yang masih menjerat. Dunia pendidikan masih dianggap sebagai salah satu kontributor utama terpuruknya sebagai sebuah bangsa.
?Terdapat hubungan substansial antara rendahnya kualitas pendidikan dengan carut marutnya kehidupan bermasyarakat,? kata Wakil Ketua DPRD Paser, Azhar Bahruddin,
Menurutnya dari sekian butir indikator keberhasilan pendidikan watak adalah tumbuhnya sikap mental percaya diri dan kemandirian pada peserta didik. ?Dapat disadari betapa buruk sistem pendidikan yang ada. Karena, dunia pendidikan selama ini lebih banyak melahirkan anak bangsa yang tidak cakap untuk hidup mandiri, otonom dan otentik,? katanya.
Kecakapan kemandirian adalah kemampuan berpikir otentik dan kreatif, kemampuan bersikap independen dan bertanggung jawab atas sikap yang dipilih, dan berani hidup dengan segenap daya yang dimiliki tanpa bergantung kepada orang lain. ?Saya sedikit berilustrasi, saya tidak pernah menyekolahkan anak-anak di lembaga-lembaga pendidikan pemerintah atau pendidikan formal. Karena lembaga pendidikan formal yang ada tidak mampu melahirkan hakekat pendidikan yang bisa memandirikan,? kata Azhar.
Sungguh banyak konsekuensi dari kegagalan penempaan sebuah watak kemandirian itu, diantaranya lahirnya generasi demi generasi anak bangsa yang lemah dan miskin kreativitas dalam banyak bidang, tidak berani melakukan terobosan baru. Mudah larut dalam emosi massa sehingga gampang dihasut dan terprovokasi. ?Ada masukan tentang konsep pendidikan gratis dari sistem pendidikan di pondok pesantren. Pesantren tidak gratis, harus bayar. Tapi kalau tidak mampu, pesantren yang membantu. Itulah konsep pendidikan gratis yang sederhana tapi Alhamdulillah pesantren telah melahirkan orang-orang yang mandiri,? tegas Azhar yang juga menjadi Pengasuh Ponpes Bina Islam Tanah Grogot. (KoranKaltim, 26082008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA :
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|