 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Aparat Pemkab Harus Jemput Bola |
| PASERKAB, 30-08-2008 00:00:00 WITA
Bupati Paser HM Ridwan Suwidi mengharapkan jajarannya lebih proaktif menyerap aspirasi dan menampung kebutuhan masyarakat, terutama di pedesaan. Mantan anggota DPRD Kaltim selama beberapa periode ini meyakini, penduduk desa yang jumlahnya hampir 75 persen dari total penduduk Paser, memiliki keterbatasan dalam hal mengungkapkan keinginan mereka.
Keterbatasan yang dimaksud adalah isolasi daerah dan kemampuan menyampaikan asirasinya. Kebanyakan masyarakat desa merasa sungkan bila bertemu pejabat Pemkab, sehingga terlihat ada jurang pemisah yang lebar dan dalam antara pemerintah dan warganya.
Kondisi seperti inilah yang membuat bupati tertua di Nusantara ini memilih lebih sering melihat langsung kondisi riil masyarakat. Dia mengimbau pejabat lain melakukan hal yang sama. Menurutnya, kenyataan yang dilihat langsung sulit dibandingkan dengan berita yang didapat dari orang lain.
"Itulah sebabnya saya menginginkan aparat lebih sering turun langsung ke lapangan menjemput bola. Jangan tunggu laporan dari masyarakat baru berbuat. Kalau kita turun langsung, maka dengan hati nurani yang jernih kita mampu membaca kondisi masyarakat," kata Bupati dalam sebuah pertemuan di Ruang Sadurangas Kantor Bupati baru-baru ini.
"Kalau saya ibaratkan, ada satu helai daun yang jatuh dari pohonnya pun kita harus tahu. Jangan ada aparat yang sampai tidak tahu warganya masih hidup dalam kungkungan kelaparan, kemiskinan, dan kemelaratan di tengah berlimpahnya sumber daya alam. Daerah kita kaya raya, jangan sampai rakyat kita hanya jadi penonton," kata Ridwan.
Terkait dengan cara meningkatkan mental, wawasan dan pengetahuan warga desa agar tidak lagi merasa malu dan minder bila berhadapan dengan pejabat, bupati pilihan rakyat Paser pertama ini mengatakan itu bisa dicapai melalui pendidikan. Banyak sekali terobosan yang dilakukan pemerintah dalam memajukan pendidikan agar bisa dinikmati segenap warga. Ada dua yang paling fundamental, yaitu pembebasan biaya pendidikan dan pengiriman lulusan SLTA untuk kuliah di luar Paser.(KaltimPost,300808)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 8
|