 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Berbagai Etnis Saksikan Wayang Banjar |
| PASERKAB, 01-09-2008 00:00:00 WITA
Ada yang berbeda antara pertunjukan wayang kulit Jawa yang sering digelar di Tanah Grogot dengan pertunjukan wayang kulit Banjar. Jika wayang kulit Jawa penontonnya didominasi warga Jawa, namun wayang Banjar penontonnya dari berbagai suku.
KENYATAAN itu tergambar saat pergelaran wayang kulit Banjar dengan dalang Rundi asal Kota Amuntai, Kalimantan Selatan. Pertunjukan itu berlangsung di Taman Promosi Seni dan Budaya Tanah Grogot dalam rangka memperingati HUT ke-63 Kemerdekaan RI, Jumat (29/8) malam lalu.
Antusiasme warga menyaksikan pertunjukan wayang kulit Banjar memang cukup beralasan. Pasalnya, selain warga Banjar memang cukup banyak di Kabupaten Paser, juga bahasa Banjar hampir dimengerti berbagai suku. Karena itulah, ratusan penonton malam itu nampak betah hingga berakhirnya pertunjukan wayang kulit Banjar berakhir. Lakon tersebut menceritakan tiga orang panglima perang Pandji Kusuma Negara yang bernama Panglima Wana, Panglima Sebaya dan Panglima Singa Negara mengusir penjajah dari Tanah Paser.
Betahnya penonton menyaksikan wayang kulit Banjar semalam suntuk yang dimulai pukul 21.00 Wita dan berakhir pukul 04.00 Wita pagi tersebut, selain jalan ceritanya memang menarik, dalang Rundi yang berusia 70 tahun mampu membawakan cerita dengan sangat memikat.
"Baru kali ini saya menyaksikan wayang kulit secara langsung yang menggunakan bahasa Banjar. Kalau wayangnya, baik Jawa maupun Banjar agaknya sama saja, ceritanya juga begitu. Hanya bahasanya yang berbeda, dan ternyata menarik," tandas Haris, warga suku Paser yang menyaksikan pertunjukan hingga selesai.
Menginjak pukul 01.00 Wita, meskipun hawa dingin cukup terasa menusuk kulit, namun penonton yng datang semakin bertambah banyak. Bahkan tidak hanya kalangan anak muda, orang tua pun banyak berdatangan. Bahkan ada yang khusus membawa kopi dan jajanan ke arena pertunjukan.
"Bagi orang Banjar, dalang Kundi memang dikenal sebagai deretan dalang yang unggul dalam penampilannya. Karena itulah saya sengaja datang jauh-jauh untuk menyaksikan pegelaran wayang Banjar ini," kata Rozi, warga Banjar asal Kecamatan Muara Komam.(KaltimPost,010908)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|