 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Persediaan Pupuk Lebih dari Cukup |
| PASERKAB, 04-09-2008 00:00:00 WITA
Persediaan pupuk bersubsidi untuk tanaman pangan se-Paser pada 2008 ini mencukupi untuk petani tanaman pangan dan petani yang luas kebunnya kurang dari 2 hektare. Hal ini disampaikan Kepala Sub Dinas Usaha Tani Pengolahan Hasil pada Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Ir Harwida Balfas MAP di ruang kerjanya, Selasa (2/9).
Dia mengaku kuota pupuk urea untuk Paser yang diberikan oleh Pemprov Kaltim tahun ini adalah 1.190 ton. Ini lebih rendah dari pada tahun 2007 yang mencapai 1.800 ton. Persediaan pupuk saat ini sudah habis di tingkat penyalur sekitar 75-80 persen. Oleh karena itu Dinas Pertanian Paser telah mengajukan permohonan kepada Dinas Pertanian Kaltim untuk mendapatkan penambahan kuota tahun in. Kalau permohonan ini dikabulkan, maka pupuk di kabupaten lain yang tidak terserap, akan dialihkan ke Paser.
Terkait keluhan sebagian petani yang mempertanyakan kelangkaan pupuk selama beberapa bulan terakhir, Harwida mengatakan bahwa hal itu dipicu oleh banyaknya petani yang tidak menggunakan pupuk subsidi sesuai dengan peruntukannya. Selain itu, kata Harwida, distribusi pupuk tersebut harus betul-betul melayani Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang ditandatangani Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat.
"PPL harus tahu betul wilayah kerjanya, dan menguasai kondisi di lapangan. Karena ada saja petani yang datang mengaku hanya punya kebun untuk palawija dan kebun yang tidak sampai 2 hektare, namun keadaan yang sebenarnya malah sebaliknya. Dengan demikian pupuk tersebut akan digunakan untuk yang lain," kata Harwida serius.
"Dinas Pertanian tidak akan mungkin mengawasi penyalur untuk mengecek kejadian yang sebenarnya. Kalaupun didatangi, mereka pun tidak akan mengatakan yang sebenarnya. Karena itu yang bisa kami lakukan adalah mengimbau para petani untuk benar-benar menggunakan pupuk bersubsidi sesuai dengan peruntukannya," lanjutnya.
Mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) urea, Harwida menyebutkan angka 1.200 rupiah per kilogram, atau 60 ribu per karung yang berisi 50 kilogram. "Kalau ada yang menjual di atas HET, bisa jadi karena ada pembengkakan biaya transportasi. Tentunya harga akan berbeda di Tanah Grogot dengan di desa. Namun sampai saat ini tidak ada laporan resmi dari petani," tutupnya.(KaltimPost,040908)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 10
|