 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 3 Kali |
|
|
 | Dukung Penutupan Rumah Makan di Sungai Rie |
| PASERKAB, 04-09-2008 00:00:00 WITA
DPRD Paser mendukung harapan warga agar rumah makan di kiri-kanan jalan negara di Kecamatan Kuaro, tepatnya di Sungai Rie ditutup. Penutupan ini dinilai beralasan karena rumah makan itu menjual miras dan mempekerjakan pelayan yang merangkap sebagai pekerja seks.
Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H Abdul Latief Thaha Sag mendesak aparat segera menutup rumah makan itu. Bahkan, fraksi berlambang Kakbah ini berharap penutupan rumah makan tersebut, tidak hanya bulan Ramadan, tetapi selamanya. Karena menurut Latif, rumah makan di Sungai Rie hingga Gunung Rambutan itu hanya kedok belaka menutupi aktivitas penjualan miras dan seks komersial.
"Rumah makan yang hanya jadi kedok bisnis miras dan PSK itu sudah melanggar Perda. Jadi tidak ada alasan hanya saat Ramadan ditutup, tetapi harus ditutup selamanya," kata Latif. Seraya menambahkan, pihak terkait harus segera menyikapi hal ini sebelum masyarakat melakukan tindakan atas keberadaan rumah makan tersebut.
Seperti diwartakan, sebagian warga Kuaro sangat keberatan dengan keberadaan warung makan di Sungie Rie hingga Gunung Rambutan. Karena itu, melalui Kaltim Post mendesak aparat berwenang agar segera mengambil langkah tegas menutup rumah makan tersebut. Bahkan, warga tersebut mengancam akan bertindak sendiri jika dalam pekan ini belum terlihat tindakan aparat menutup rumah makan yang menyimpan PSK dan menjual miras secara bebas itu.
Latif juga berharap pihak keamanan untuk segera melakukan razia terkait maraknya bunyi petasan atau mercon selama bulan suci Ramadan . Terbukti, di sana-sini masih saja terdengar bunyi petasan atau mercon saat masyarakat melakukan ibadah.
Menurutnya, maraknya bunyi petasan di Tanah Grogot akibat kurang tegasnya aparat melakukan razia terhadap penjual petasan dan kembang api. "Saat ini banyak kembang api yang juga mengeluarkan bunyi ledakan.Mestinya aparat lebih jeli lagi, sehingga tidak ada lagi yang jual mercon atau kembang api," kata Latief.(KaltimPost,040908)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 9
|