"Pasti Ditertibkan, Penjual dan Pengguna Ditindak" | |
|
PASERKAB, 09-09-2008 00:00:00 WITA Keluhan warga soal bunyi petasan yang makin marak di Tanah Grogot dalam sepekan terakhir mendapat perhatian serius dari Kapolres Paser AKBP Mahendra Jaya. Ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/9) kemarin, Kapolres menyatakan siap merespon atau menindaklanjuti keluhan warga yang disampaikan melalui media untuk segera melakukan operasi penertiban, baik terhadap penjual maupun pengguna petasan. "Barusan saya memimpin rapat berkaitan langkah-langkah yang akan kita ambil dan lakukan dalam upaya menghentikan maraknya bunyi petasan di kota ini. Mudah-mudahan saja masalah petasan ini bisa segera kita atasi," ungkap Kapolres. Kapolres mengaku sangat mendukung keinginan masyarakat terhadap terciptanya suasana tenang selama bulan Ramadan. Karena itu, agar keinginan yang mulia itu bisa terwujud, maka peran aktif di kalangan masyarakat sangat diharapkan. "Saya yakin, dengan partisipasi tinggi dari masyarakat, khususnya orangtua untuk mengingatkan anak-anaknya agar tidak main petasan termasuk tidak memberi uang untuk membeli petasan, maka Tanah Grogot pasti bebas dari bunyi petasan," harapnya. Seperti diberitakan, kekhusyukan puasa sedikit terganggu di Tanah Grogot, akibat maraknya bunyi petasan atau mercon. Bahkan, suara ledakan petasan sudah mulai terdengar di mana-mana terutama selepas berbuka puasa. Parahnya, tak hanya anak-anak yang bermain petasan, tapi juga orang dewasa. Padahal, petasan selain membahayakan, juga menimbulkan suara ledakan yang cukup keras sehingga sangat mengganggu warga yang sedang melaksanakan ibadah.(KaltimPost,090908) Dikirim oleh : (administrator) |
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
