 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Berpotensi Menimbulkan Konflik |
| PASERKAB, 12-09-2008 00:00:00 WITA
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser Drs H Azhar Bahruddin MAP meminta kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap areal 2000 hektare lahan sawit di desa Damit, Kecamatan Paser Belengkong Kabupaten Paser untuk lebih bijak dan bertanggungjawab menyangkut lahan tersebut.
Pasalnya, berkaitan dengan pengaduan masyarakat, ada pihak penerima melakukan penjualan lahan sawit di areal tersebut. Karena itu, anggota DPRD Paser dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Paser ini berharap instansi terkait untuk segera melakukan penyelesaian.
"Penjualan lahan dikawasan 2000 hektare ini tidak bisa dibiarkan. Pemkab dalam hal ini Dinas Perkebunan dan pihak lain yang terkait harus segera melakukan tindakan dan menyelesaikan guna menindaklanjuti keberatan warga yang belum mendapatkan lahan kebun sawit tersebut," tegas Azhar.
Azhar berharap persoalan ini jangan sampai berlarut-larut karena dari laporan masyarakat ke DPRD, jika tidak secepatnya diselesaikan bukan mustahil berpotensi terjadi gesekan sosial di masyarakat yang akhirnya akan menghambat pelaksanaan pembangunan yang dijalanhkan saat ini.
"Persoalan jual beli lahan ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika semua pihak mentaati kesepakatan yang telah dibuat awal Desember 2004 lalu, yakni pada poin 6, dimana tertulis bila ada individu atau kelompok yang memperjualbelikan areal 2000 maupun 3000 hektare lahan Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA), maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," jelas Ketua Umum BKPRMI Paser ini.
Sedangkan pada poin 7 lanjut Azhar, pada areal yang telah diperjualbelikan sebelum ada surat keterangan Depenitif oleh instansi terkait bagi areal 2000 dan 3000 hektare exs inti PTPN 13 akan dicabut kepemilikannya sementara oleh pengurus Koperasi Akad Berayak.
"Tapi kenyataannya di lapangan terjadi jual beli lahan sawit di kawasan 2000 hektare. Bahkan jual beli tersebut diketahui oleh oknum Koperasi Akad Berayak sendiri, sehingga warga yang belum dapat lahan keberatan. Komitmen dari semua pihak yang berkepentingan dalam hal ini sangat diperlukan, jangan sampai menimbulkan konflik di masyarakat," tegasnya.(KaltimPost,120908)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 10
|