 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Besok, Pemancangan Tiang Jembatan |
| PASERKAB, 24-09-2008 00:00:00 WITA
Rencana dimulainya pembangunan jembatan lengkung yang menghubungkan Kota Tanah Grogot dan Desa Sungai Tuak yang ditandai dengan pemancangan tiang pertama oleh Bupati Paser HM Ridwan Suwidi, Selasa (23/9) kemarin ditunda.
Direncanakan pemancangan tiang jembatan yang dibangun melalui tiga tahun anggaran dengan nilai proyek Rp Rp20,4 miliar oleh PT Global di kawasan persimpangan tiga jalan Yos Sudarso-Kandilo Bahari dan Jl Hos Cokroamonoto Tanah Grogot, dijadwalkan baru digelar Kamis (27/9) besok.
Menyangkut belum selesainya pembebasan lahan oleh tim negosiasi pembebasan tanah Pemkab Paser kepada warga yang terkena proses pembangunan jembatan sepanjang 300 meter tersebut, disayangkan anggota DPRD. Bahkan, melalui Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H Abdul Latif Thaha Sag, menilai kinerja tim pembebasan lahan selama ini kurang optimal dan selalu ada ketergantungan pada pimpinan, yakni Bupati.
"Dari laporan selama ini katanya sudah beres. Lantas apa yang dikerjakan tim pembebasan lahan. Yang saya tahu, proyek ini sudah berjalan sejak tahun anggaran 2006. Kalau pembebasan lahannya belum selesai, saya kira pembangun jembatan kurang pas dimulai, baiknya diselesaikan semua dulu. Sehingga tidak ada lagi persoalan, khususnya terhadap warga yang bangunan rumahnya maupun tanahnya terkena proyek jembatan. Sehingga pelaksanan pembangunan jembatan bisa lancar," kata Latif saat ditemui, kemarin.
Latif berharap, tim dalam penyelesaian lahan lebih mengendepankan pendekatan kekeluargaan dengan warga masyarakat, sehingga berjalanya pembangunan jembatan tidak ada warga yang dirugikan. Namun Latif juga berharap dukungan warga sekitar yang terkena proyek jembatan. Karena pembangunan di daerah ini tidak mungkin bisa berjalan tanpa dukungan warga masyarakat.
Saat rapat presentasi tentang desain dan letak jembatan Sungai Tuak oleh PT Sewuh Indo Konsultan diruang Rapat Sadurangas Kantor Bupati, Jumat (19/9) lalu, Bupati HM Ridwan Suwidi kembali meminta tim pembebasan tanah Pemkab Paser untuk melakukan pematangan ulang.
"Kalau bisa hari ini juga didata kembali, dan Senin tinggal kita lakukan negosiasi terakhir dengan warga sekitar. Kalau masih ada yang menolak harga sesuai ketetapan pemerintah, kita tetap jalan. Biar aturan yang menyelesaikannya," tegas Ridwan Suwidi saat itu.(KaltimPost,240908)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 9
|