 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Bangunan Sekolah Mengecewakan |
| PASERKAB, 21-01-2008 00:00:00 WITA
Bupati Paser HM Ridwan Suwidi tak dapat menyembunyikan kekecewaan saat melihat bangunan sarana pendidikan SD-SMP Terpadu di kawasan Tapis Kecamatan Tanah Grogot, Kamis (17/1). Pasalnya, selain kondisi bangunan sangat memprihatinkan, juga penataan halaman terkesan dikerjakan apa adanya.
Peninjauan Bupati ke komplek SD-SMP Terpadu yang pembangunannya dianggarkan melalui APBD I Provinsi Kaltim melalui Dinas Pendidikan Kaltim Tahun Anggaran 2007 senilai Rp1,9 miliar tersebut, selain didampingi Plt Dinas Pendidikan Paser Drs M Bahrun, juga Asisten II Setkab Hj Herawati SE dan sejumlah kepala bagian (Kabag).
Bukan hanya baberapa bagian bangunan yang nampak mulai rusak, juga halaman sekitar gedung tersebut tidak ditata secara semestinya. Berikut meja dan kursi untuk siswa, ternyata mutu pekerjaan dan bahannya dibawah standad. Maka tak heran, sekolah yang baru difungsikankan beberapa bulan tersebut, termasuk peralatannya sudah banyak yang mengalami kerusakan.
"Tolong laporkan kepada Pemprov Kaltim. Sayang dana yang cukup besar ternyata hasilnya begini. Ini harus ditindak lanjuti, sehingga tak ada penyesalan apa bila gedung ini nanti tidak dapat dimanfaatkan," tegas Bupati Ridwan Suwidi kepada Kepala Dinas Pendidikan Paser dan stafnya.
Menurut Bupati, dengan kondisi ini, Pemprov Kaltim harus mengetahui, sehingga pihak kontraktor harus bertanggung jawab terhadap pekerjaan bangunan yang tidak layak untuk ditempati. "Coba lihat parit yang ada, bagaimana air keluar kalau tidak ada jalur k epembuangan akhir. Jalan untuk menuju ke lapangan voli juga belum ada,?"kata Bupati kecewa.
Dari pantauan koran ini, kerusakan bangunan tidak hanya terjadi pada bagian lantai teras yang banyak mengalami retak akibat tak kuatnya pondasi, tetapi juga keramik lantai banyak pecah akibat pemasangan yang nampak dilakukan asal-asalan. Begitupun kondisi cat dinding sudan nampak banyak yang terkelupas, plapon serta sejumlah kursi dan meja sudah banyak yang mengalami kerusakan. Bahkan ada yang tak dapat digunakan.
Kondisi lahan di sekeliling sekolah sangat jelas tak dilakukan pembenahan, bahkan sejumlah parit hanya nampak dipasang pondasi tanpa dilakukan penimbunan sekitarnya. Begitupun pembuatan turap untuk membatasi gedung sekolah dengan tanah yang lebih tinggi, selain pekerjaannya terkesan apa adanya, juga tak sampai selesai.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Bahrun, pengawasan pembangunan sekolah ini sepenuhnya dilakukan pihak provinsi . Sementara kontraktor yang mengerjakan adalah pemborong lokal dan penunjukan sepenuhnya juga dilakukan pihak provinsi. "Saya sudah menghubungi pihak kontraktor, tetapi handphone-nya tidak pernah aktif,"tandas Bahrun.
Lantas sewaktu ditanya nama kontraktor tersebut, Bahrun mengaku tak ingat. Kemudian yang darai papan nama proyek yang masih tertinggal di lokasi, meski nama kontraktor udah dilepas, namun dapat dilihat bahwa pekerjaan SD-SMP Terpadu ini selain didanai Pemprov Kaltim senilai Rp 1,9 miliar, juga ada dana pendamping melalui APBD II Paser sebesari Rp2.090.722,742,99.(kaltim post 21012008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA :
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 9
|