Home » publikasi »
 
PUBLIKASI
Halaman ini dibaca : 68 Kali
small fontmedium fontlarge font

Harga TBS Anjlok, Petani Sawit Kelabakan

Warga Terancam Kehilangan Kebun Sawit
Sawit Tetap Primadona
Harga Cabai Merah Melejit
DPRD Sarankan PT KJA Bangun Kebun Sawit
DPRD Sarankan Kideco Buka Kebun Sawit
PASERKAB, 29-10-2008 00:00:00 WITA

Awan kelabu menyelimuti petani kelapa sawit di Paser, menyusul anjloknya harga buah sawit atau tandan buah segar (TBS) sekira 50 persen. Sejumlah petani melaporkan, harga jual TBS di pabrik minyak sawit (PMS) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII hanya Rp 793 per kilogram. Padahal sebelumnya Rp 1.630 per kilogram.
"Harga itu masih harus dipotong dengan penalti di pabrik serta biaya angkut dari kebun ke pabrik. Sehingga hasil bersih yang diterima petani hanya Rp 350 sampai Rp 400 per kilogram," lapor sejumlah petani SP 1 di Kecamatan Paser Belengkong prihatin.
Petani sangat berharap ada perhatian dari Pemkab Paser, sehingga anjloknya harga TBS tidak sampai berlarut-larut. Pasalnya, jika sampai berlarut-larut, dipastikan ribuan petani akan kesulitan memenuhi kebutuhannya. "Kemana lagi kami mengadu kecuali hanya kepada pemerintah. Kami sangat berharap Pemkab segera mencarikan solusi agar harga buah sawit kembali normal," harap mereka.
Pengaduan senada juga disampaikan petani kelapa sawit di Kecamatan Long Ikis. Bahkan, salah seorang petani melalui SMS ke kolom Kring Bupati menyampaikan harga TBS miliknya hanya dihargai Rp 400 per kilogram.
"Bertahun-tahun kami jadi petani sawit, baru kali ini mengalami harga TBS bisa turun begitu drastis sampai 60 persen. Kami berharap perhatian Pak Bupati, sebab jika hal ini dibiarkan, ribuan warga yang hidupnya bergantung pada sawit bakal kelaparan," kata petani itu.
Menurutnya, akibat anjloknya harga TBS, praktis petani tidak mungkin bisa mengirim buah hasil panen ke pabrik. Mengingat biaya angkut dari kebun ke pabrik cukup mahal akibat kenaikan harga bahan bakar minyak beberapa waktu lalu.
"Karena tidak mungkin kami kirim ke pabrik, mau tidak mau buah sawit terpaksa kami biarkan membusuk di pohon. Kami yakin, para pejabat dan wakil rakyat di DPRD tidak tega melihat penderitaan kami," harap petani.(kaltimPost,29102008)

Dikirim oleh : (administrator)



   BERITA LAINNYA :
28-07-2010 -Tim HBBS Hijaukan Perumahan Korpri Tapis
28-07-2010 -Hentikan Penerimaan Guru Honor Instruksi Kepala Dinas Pendidikan
27-07-2010 -Maksimal Dua Proyek Cara Bupati Membina Kontraktor Lokal
27-07-2010 -Senam Sehat HUT Askes Diserbu Warga
27-07-2010 -Stok Elpiji Dijamin Aman Kebutuhan Bahan Bakar Gas Jelang Ramadan

   CARI ARSIP BERITA :
Tanggal       Bulan       Tahun     


Kembali ke halaman semula
   
Kembali atas halaman ini

 

Berita Populer

Berita Lainnya

 
 


Tamu Online : 10
       

Serba-Serbi

Download File

Gallery Foto & Peristiwa

Dinas/ Instansi Yang Hadir Pada Musrenbang Kec. Muara Samu
Peserta Musrenbang Kec. Muara Samu
Perwakilan Desa Mengemukakan Usulan
Perwakilan Desa

Copyright © 2009 Tim E-Gov
Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur - Indonesia

Halaman ini terbuka dalam waktu : 0.079108 Detik