 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Secara Bertahap, Sektor Pertanian Gantikan Peran Pertambangan
Paser Komitmen Wujudkan Swasembada Pa |
| PASERKAB, 03-11-2008 00:00:00 WITA
Komitmen Bupati Paser HM Ridwan Suwidi meningkatkan sektor pertanian tak perlu diragukan. Potensi lahan yang luas dan latar belakang penduduk Paser yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, mendorong bupati pilihan rakyat ini makin bersemangat membangun dan mencetak lahan baru untuk pertanian.
PASER saat ini sudah mampu memproduksi sekitar 30.577 ton per tahun. Jumlah tersebut telah melampaui lebih dari separuh kebutuhan konsumsi beras daerah ini, atau sekitar 142,48 persen. Namun demikian, dengan antusias yang tinggi untuk terus menggenjot produksi pertanian dengan dukungan masyarakat, membuat Bupati Ridwan Suwidi semakin optimisme daerahnya akan menjadi lumbung padi di Kaltim.
Di tinjau dari ekonomi, Kabupaten Paser saat ini masih didominasi kegiatan pertambangan yang bersifat tidak terbarukan. Yakni, lebih dari 50 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah ini. Sedangkan di sisi lain, sumber daya pertanian juga sangat besar, di mana penggunaan lahan untuk sawah saat ini mencapai 30.000 hektare dengan jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian lebih dari 50 persen.
Untuk itu, diperlukan kebijakan arah pembangunan yang mempertimbangkan pengunaan sumber daya lokal yang memberikan efek pengganda bagi serapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan, didukung ketersedian sumber daya berkelanjutan. Hal ini sudah sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan pemkab, yakni mempertimbangkan dukungan sosial, ekonomi dan lingkungan. Dengan prinsip dasar demikian, maka sektor pertanian dalam arti luas, yakni tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan adalah sektor yang harus didorong untuk berkembang. ?Jadi secara bertahap, pertanian ini bisa menggantikan peran sektor pertambangan,? kata Bupati Ridwan Suwidi.
Ke depan, peran sektor pertanian diharapkan dapat memberikan andil dalam pembentukan fondasi daerah yang kuat melalui keterlibatan masyarakat berciri ekonomi kerakyatan. Yaitu, dengan mengembangkan pendekatan pembangunan yang melibatkan kerja sama pemerintah, swasta dan masyarakat setempat dalam bentuk pengelolaan berbasis masyarakat, sehingga dapat menggerakkan ekonomi riil daerah yang dinamis. (Kaltimpost, 03112008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 9
|