 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Kendaraan Pribadi Meningkat, Angkutan Umum Menurun |
| PASERKAB, 04-11-2008 00:00:00 WITA
Saat ini, jumlah pengguna jasa angkutan umum, baik yang tiba maupun yang berangkat melalui Terminal Tepian Batang Tanah Grogot terus mengalami penurunan. Kondisi itu tentu saja mengundang keluhan para sopir angkutan umum, khususnya yang melayani trayek Tanah Grogot-Penajam Paser Utara.
Pasalnya, penurunan jumlah warga yang menggunakan angkutan umum, tidak saja berdampak pada seretnya penghasilan sopir, tapi juga berbuntut pada tingginya persaingan antarsopir untuk mendapatkan penumpang.
Berdasarkan data pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Tepian Batang, dalam bulan Oktober 2008 ini tercatat hanya 10.116 penumpang yang menggunakan jasa angkutan minibus. Terdri dari penumpang berangkat 4.996 dan tiba 5.120 orang, dengan frekwensi penggunaan kendaraan 1.381 kali.
?Sedangkan penumpang yang menggunakan bus pada bulan Oktober lalu sebanyak 1.511 orang. Jika dijumlahkan dengan penumpang minibus dan bus, berarti jumlah penumpang selama sebulan hanya 11.627 orang,? ungkap Kepala UPTD Terminal Tepian Batang, Suryanta.
Padahal, jumlah angkutan umum trayek Tanah Grogot-Penajam untuk minibus mencapai 125 unit dan bus 6 unit. ?Perbandingan jumlah penumpang dengan angkutan ini tidak ideal. Karena itu, wajar timbul persaingan yang cukup tinggi antarsopir dalam mendapatkan penumpang,? jelasnya.
Minimnya warga yang menggunakan jasa angkutan umum, jelas Suryanta, selain karena pemekaran PPU sehingga warga PPU tak lagi berurusan di Tanah Grogot, juga karena semakin banyaknya warga yang punya kendaraan pribadi. Baik roda empat maupun roda dua.
?Selain itu, rata-rata perusahaan yang beroperasi di Paser menyediakan angkutan karyawan. Sehingga meski saat ini di Paser semakin banyak perusahaan, tapi karyawannya tidak menggunakan angkutan umum,? tambahnya.
Yang lebih parah, tambah Suryanta, semakin banyaknya kendaraan pelat hitam yang dimanfaatkan sebagai angkutan umum. ?Karena tarifnya lebih rendah dibanding tarif angkutan umum, warga lebih memilih kendaraan plat hitam,? katanya dengan nada prihatin. (KaltimPost, 04112008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA :
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|