 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Bupati Kecewa Kinerja BPS, ?Penetapan Data Miskin Cenderung Berbeda? |
| PASERKAB, 05-11-2008 00:00:00 WITA
Bupati Paser HM Ridwan Suwidi menegaskan, angka kemiskinan di Paser harus segera diperbarui. Pasalnya, selama ini masing-masing satuan kerja di lingkungan Pemkab dan Badan Pusat Statistik (BPS), menetapkan data warga miskin pada angka yang cenderung berbeda-beda. Perbedaan tersebut membuat apapun program untuk mengatasi kemiskinan, sulit berhasil.
Hal ini dikatakan Ridwan saat membuka rapat tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK) Paser, dengan agenda kegiatan rapat forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) 2008 di Gedung Awa Mangkuruku, Selasa (4/11) kemarin.
Pembukaan rapat tim koordinasi penanggulangan kemiskinan yang berakhir Rabu (5/10) ini selain diikuti jajaran SKPD di lingkungan Pemkab, camat se-Paser serta pelaku PNPM-MP dari sejumlah desa. Juga hadir Dandim 0904 Tanah Grogot serta sejumlah kepala instansi.
Menurut bupati, perbedaan angka kemiskinan tadi menjadi hambatan dalam setiap program pengentasan kemiskinan. Apalagi masing?masing satuan kerja melaksanakan program yang tidak sinkron atau berjalan sendiri-sendiri tanpa terarah.
?Salah satu contoh adalah program Bantuan Langsung Tunai atau BLT yang digulirkan pemerintah pusat. Selalu diprotes karena ada yang tidak berhak justru terdata, sedangkan yang berhak malah tidak dapat. Ini terjadi akibat kurang sinkronnya antara BPS dengan pemerintah daerah,? kata Bupati.
Bupati menilai program BLT justru menambah angka kemiskinan karena kurang akuratnya data miskin. Ini tegasnya, perlu disikapi serius. Sudah saatnya BPS dan unit kerja yang berhubungan langsung, baik PMD, Dinas Sosial maupun Bappeda, berkoordinasi menyangkut data miskin.
Bupati juga menyebutkan, membuat konsep adalah hal yang gampang, tetapi penting untuk diperhatikan adalah implementasi lapangan. "Tidak mampu mengubah seluruh wilayah, berarti pembangunan selama ini gagal. Karena itulah kita harus bersama-sama mewujudkan kemajuan di derah ini melalui program-program yang terarah dan terkoordinasi,? kata Bupati.
Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) H Yusuf Sumako SH MHum yang juga ketua panitia mengatakan, rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan ini untuk menyamakan persepsi para pelaku PNPM, SKPD hingga tingkat LSM. Sehingga program ?program pengentasan melalui program pemberdayaan masyarakat mandiri di tingkat desa lebih terarah. (KaltimPost, 05112008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 7
|