Kepsek Bantah Ada Potongan | |||||||||||
Kepala SMP Negeri 1 Pasir Belengkong Hamsan menyampaikan klarifikasi terhadap pengaduan adanya pemotongan dana tunjangan sertifikasi yang menimpa guru-guru di sekolah yang dipimpinnya. Itu sesuai bunyi SMS pada kolom ?Kring Pak Bupati? di harian ini terbitan Rabu (5/11). Bertandang ke Redaksi Kaltim Post, kemarin Hamsan mengaku, apa yang disampaikan dalam SMS itu adalah tidak benar adanya. Hal itu, kata Hamsan diakui sendiri guru-guru yang menerima tunjangan sertifikasi di SMP Negeri 1 Pasir Belengkong. Bahkan, melalui surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai, 2 guru SMPN 1 Pasir Belengkong, masing-masing Widiyanta dan Ishak menyatakan, tunjangan sertifikasi yang mereka terima penuh dan pengambilannya langsung dilakukan di Bank BRI dengan rekening masing-masing. ?Dana tunjangan sertifikasi yang kami terima itu utuh melalui rekening di BRI, maka tidak benar kalau ada pemotongan sebagaimana yang dimuat di surat kabar Kaltim Post pada kolom Kring Pak Bupati 5 Nopember 2008,? tandas Widiyanto dan Ishak melalui surat pernyataan yang kopinya disampaikan ke Redaksi Kaltim Post. Hamsan sangat berharap agar surat pernyataan dari 2 guru SMPN Pasir Belengkong itu bisa dikorankan. Sebab, akibat adanya berita soal pemotongan tunjangan sertifikasi itu menyebabkan ketidaknyamanan, khususnya kepada Kepala Dinas Pendidikan Paser. ?Hal itu karena salah satu isi SMS itu menyebutkan, alasan pemotongan tunjangan sertifikasi sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per orang itu untuk orang Diknas. Padahal hal itu tidak benar sehingga perlu ada klarifikasi,? harapnya. (KaltimPost, 061120008) Dikirim oleh : (administrator) | |||||||||||
BERITA LAINNYA :
| CARI ARSIP BERITA : |
