 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | Ternyata Belum Ditangani |
| PASERKAB, 23-11-2008 00:00:00 WITA
Beberaa hari lalu diberitakan, Dinas PU dan Kimbangwil Paser akan berkoordinasi dengan UPTD Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim menangani genangan air di ruas jalan negara (Trans Kalimantan) yang tergenang air di kawasan desa Petangis Kecamatan Batu Engau. Namun hingga kemarin ternyata belum ada penanganan. Padahal, genangan air semakin dalam dan meluas. Jika sebelumnya hanya sekitar 100 meter, kini ruas jalan yang terendam sudah mencapai sekitar 200 meter.
Sikap lamban Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim sebagai instansi yang menangani ruas jalan ini, semakin mengundang keprihatinan dan protes warga yang menghuni sejumlah desa di Batu Engau. Termasuk para sopir angkutan umum jurusan Tanah Grogot-Batu Licin.
"Apa harus menunggu arus lalulintas putus total, baru ada perhatian dari pemerintah. Genangan air yang merendam ruas jalan ini kan sudah terjadi sejak Sabtu (15/11) lalu dan hingga Kamis (20/11) hari ini belum juga ada perhatian. Kami benar-benar sangat kecewa dengan sikap pemerintah," ungkap Syaiful Anwar, warga Kerang yang setiap hari melintas di lokasi tersebut karena harus pulang-pergi dari Kerang ke Tanah Grogot.
Protes senada juga disampaikan Ketua Organda Paser, Suprayadi. Pasalnya, genangan air yang merendam ruas jalan di kawasan desa Petangis itu sudah menghambat arus transportasi. Sehingga sepatutnya segera mendapatkan perhatian.
"Setiap hari saya menerima protes dari sopir angkutan umum jurusan Tanah Grogot-Batu Licin, sehubungan belum adanya upaya penanganan dari pemerintah terhadap ruas jalan itu ," tandas Suprayadi dengan nada keras.
Menurut Suprayadi yang lebih dikenal dengan panggilan Fredy ini, Pemkab Paser melalui Dinas PU dan Kimbangwil sebaiknya mengambilalih penanganan ruas jalan yang kini makin parah terendam itu. Sebab jika tetap menunggu Pemprov, maka dikhawatirkan warga tak bisa lagi melintas.
"Saat ini, ruas jalan yang terendam air sudah mencapai 200 meter dengan kedalaman 1 meter lebih. Jika dibiarkan terus, saya khawatir air yang tidak mengalir akibat gorong-gorongnya buntu itu, bakal lebih dalam. Sehingga praktis arus lalulintas putus total. Yang rugi jelas masyarakat," katanya prihatin.(KaltimPost,21112008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 8
|