| PASERKAB, 11-12-2008 00:00:00 WITA
Berbagai antraksi olahraga dan kesenian tradisional yang dikemas dalam Pesta Kembo telah diagendakan oleh Dinas Pariwisata dan Seni Budaya (Disparsenibud) Kabupaten Paser. Dengan parade musik dan hiburan rakyat yang akan digelar, maka peringatan HUT Ke-49 Kabupaten Paser bisa dipastikan berlangsung meriah.
Menurut Kepala Disnakertrans Paser Ir H Abdul Azis Maulana Msi, Selasa (9/12), Kembo (bahasa Paser) berarti konsentrasi massa di suatu tempat yang melaksanakan hajatan akbar. Bedanya, acara Kembo dulu disalahgunakan, sebab sebagian orang merayakannya dengan kegiatan yang negatif.
"Dulu, sebagian orang menjadikan Pesta Kembo sebagai ajang bermain judi, itu terjadi mungkin karena dulu sedikit sekali hiburan, padahal tujuan Pesta Kembo sebenarnya ajang silaturahmi seluruh warga Paser, dimana pun mereka berada pasti mereka datang," kata Azis.
Oleh karena itu lanjut Azis, Panitia Peringatan HUT Ke-49 Kabupaten Paser ingin mengembalikan fungsi Pesta Kembo pada tempatnya, mengingat Pesta Kembo bukan hanya mampu memupuk semangat sportivitas dan kebersamaan, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan antara warga.
"Pesta Kembo kita digelar mulai 26 Desember, isi kegiatannya seperti, lomba perahu tradisional, logo, engrang, sumpit dan gasing. Itu untuk olahraga tradisonal, sedangkan kesenian tradisional adalah Tari Ronggeng Paser, Belian dan lainnya," imbuhnya.
Tempat pelaksanaan Pesta Kembo di Arena Promosi dan Seni Budaya Putri Petung, tetapi kegiatan lomba dilaksanakan sangat padat, sehingga beberapa lomba lainnya dilaksanakan di tempat yang berbeda. Selain itu, tambah Azis, panitia juga akan membangun enam panggung di sepanjang Jalan Sudirman untuk mementaskan acara hiburan rakyat pada Minggu malam (28/12).
"Bupati minta diekspos di koran kalau tempat itu bukan lagi eks Arena MTQ, tetapi Arena Promosi dan Seni Budaya Putri Petung, jadi tulisan Putri Petung-nya digedein saja. Nah, Minggu malamnya, musik dangdut, campur sari, wayang dan lainnya, akan menghibur masyarakat Paser di enam panggung berbeda," jelasnya.
Meski panggung dibangun di sepanjang Jalan Sudirman, tambah Azis, tetapi panitia telah mengatur jarak antar panggung minimal 250 meter, sehingga penonton bisa memilih panggung kesenian yang mereka senangi tanpa terganggu irama musik dari panggung lainnya.(tribunKaltim,09122008)
Dikirim oleh : (administrator)
|