| PASERKAB, 11-12-2008 00:00:00 WITA
Ratusan alumni Perguruan Tinggi (PT) lokal di Kabupaten Paser gagal menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada ?musim? penerimaan CPNSD tahun 2008 karena tidak tersedianya formasi.
"Pada 289 formasi pada penerimaan CPNSD tahun 2008 ini, tidak satupun tersedia untuk disiplin ilmu yang dikantongi alumni perguruan tinggi lokal. Hal itu menyebabkan para alumni yang notabane adalah putra daerah jadi uring-uringan," ungkap, Riza Heriannor, tokoh pemuda yang sehari-hari dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Praja Tanah Grogot, kemarin.
Menurut Riza, hampir setiap saat ada saja alumni yang menyampaikan keluhan bernada protes atas tidak diakomodirnya disiplin ilmu jebolan PT lokal pada kesempatan penerimaan CPNSD tahun 2008 ini. Tak urung, kenyataan itu memunculkan imej kurang baik terhadap keberadaan PT lokal.
"Padahal selama ini, tokoh-tokoh pendidikan di daerah ini berjuang sangat maksimal dalam upaya mewujudkan berdirinya perguruan tinggi di Kabupaten Paser. Jangan sampai perjuangan itu jadi sia-sia hanya karena kurangnya perhatian terhadap alumni, seperti tertutupnya peluang mereka untuk jadi PNS," tambahnya.
Seperti diketahui, 289 formasi yang tersedia dalam penerimaan CPNSD tahun 2008 ini terdiri tenaga guru sebanyak 177 orang, 77 tenaga kesehatan serta 35 orang tenaga strategis.
Rinciannya, formasi CPNSD untuk tenaga guru sebanyak 177 orang meliputi, guru TK sebanyak 20 orang, guru kelas (SD) sebanyak 27 orang, guru penjaskes sebanyak 6 orang, guru komputer 1 orang, guru keterampilan 1 orang, guru bimbingan konseling 2 orang, guru fisika sebanyak 12 orang, guru biologi sebanyak 9 orang, guru bahasa Inggris 10 orang, guru bahasa Indonesia 9 orang dan guru Matematika sebanyak 12 orang.
Selanjutnya, guru Sekolah Luar Biasa 1 orang, guru sejarah 3 orang, guru Geografi 6 orang, guru ekonomi sebanyak 7 orang, guru PPKn 3 orang, guru Sosiologi 1 orang, guru Anatropologi 1 orang, guru teknik mesin 4 orang, guru tata niaga 1 orang, guru teknologi hasil pertanian 1 orang, guru perikanan 2 orang, guru teknik listrik 2 orang, guru kimia 2 orang dan guru teknik bangunan 2 orang.
Untuk tenaga kesehatan sebanyak 77 orang, tenaga dokter umum sebanyak 6 orang, dokter gigi 1 orang, tenaga bidan 15 orang, tenaga perawat 15 orang, perawat gigi 5 orang, analisis kesehatan 5 orang, penata gizi 4 orang, tenaga Anestesi 4 orang, perekam medik 4 orang, penata rontgen 3 orang, fisioterapis 4 orang, asisten apoteker 7 orang serta pengawas farmasi dan makanan 4 orang.
Sedangkan untuk tenaga teknis sebanyak 35 orang, terdiri penyuluh Pertanian sebanyak 4 orang, pengawas bibit tanaman 2 orang, penyuluh kehutanan 2 orang, penyuluh perkebunan 1 orang, penyuluh peternakan 2 orang, pengawas benih ternak 2 orang, penyuluh perikanan 2 orang, pengawas benih ikan 1 orang dan tenaga inspektur tambang 2 orang.
Selanjutnya adalah tenaaga inspektur kelistrikan 1 orang, pengawas tata bangunan dan perumahan 2 orang, pengawas teknis jalan dan jembatan 1 orang, Penera 1 orang, pengendalian dampak lingkugan 1 orang, analisa kelembagaan 1 orang, pranata komputer 3 orang, pranata laporan keuangan 4 orang, perencanaan peraturan perundang-undangan 1 orang dan tenaga arsiparis 2 orang.(KaltimPost,10122008)
Dikirim oleh : (administrator)
|