 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | PLN Bangun 141 Tower SUTT |
| PASERKAB, 15-12-2008 00:00:00 WITA
Keinginan masyarakat Kabupaten Paser untuk terbebas dari keterbatasan energi listrik mendapat dukungan warga pemilik lahan, khusus lahan-lahan warga yang dibebaskan untuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) dari Tanjung (Kalsel)-Kuaro (Kaltim).
Pasalnya, lewat kabel SUTT itulah energi listrik dari Asam-asam, Kalsel, akan disalurkan ke Gardu Induk (GI) Kecamatan Kuaro. Selanjutnya, GI Kuaro menurut Asisten II Bidang Pembangunan Ekonomi dan Kesra Setda Paser Hj Herawati SE, Jumat (12/12), menyalurkannya lagi kepada masyarakat Paser.
"Sumber energi listriknya kan ada di Asam-asam, biar sampai ke Kaltim, perlu dibangun tower-tower SUTT. Namun karena titik-titik tanah untuk membangun tower itu milik warga, maka perlu dibebaskan dulu. Dan Alhamdullilah nilai ganti rugi tanah sudah disepakati, sehingga PLN tinggal membayar dan membangun tower saja," kata Herawati.
Dalam hal ini lanjut Herawati, Pemkab Paser hanya memfasilitasi kesepakatan harga dengan masyarakat pemilik tanah, sedangkan pembayaran ganti rugi tanah dan surat-suratnya dilakukan oleh PLN. Tapi berapa nilai ganti rugi tanah, Herawati mengaku sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).
Dia menjelaskan, agar energi listrik dari Asam-asam sampai ke GI Kuaro, Pemkab Paser hanya diminta untuk membebaskan lahan-lahan masyarakat di Kecamatan Muara Komam, Batu Sopang dan Kecamatan Kuaro. Ada 141 tower yang akan dibangun disana dan masing-masing tower membutuhkan lahan antara 15x15 meter sampai 17x17 meter.
"Sekarang dalam proses pembayaran, tahun ini juga, sebab berita acara kesepakatan penentuan ganti rugi tanah sudah kita kirim kepada PLN tanggal 5 Desember, lewat tanggal itu pembayaran baru bisa dilakukan di tahun 2009, sebab dananya harus kembali ke APBN 2009," terangnya.
Karena dibayar di tahun 2009, tambah Herawati, tentunya proses pembangunan tower SUTT belum bisa dilaksanakan, sehingga masyarakat Paser pun belum bisa keluar dari keterbatasan energi listrik.(TribunKaltim,12122008)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA :
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 6
|