 |
| |
PUBLIKASI |
| Halaman ini dibaca : 2 Kali |
|
|
 | PT Telen Mulai Berhentikan Karyawan |
| PASERKAB, 07-01-2009 00:00:00 WITA
PT Telen Paser Prima sejak 27 Desember 2008 mulai memberhentikan karyawannya, kecuali petugas security yang masih bertahan guna mengamankan aset-aset perusahaan yang masih berada di areal penambangan bijih nikel di Desa Long Gelang, Kecamatan Long Ikis.
Hal ini dibenarkan Kasi Pengkajian Disnaker Paser Bajuri. "Iya, PT Telen sudah mengajukan pengurangan karyawan dengan alasan efesiensi, semuanya kecuali security," kata Bajuri, Senin (5/1).
Menurutnya, permohonon PT Telen sudah masuk ke Disnaker sekitar pertengahan bulan Desember 2008, sedangkan realisasi pengurangan tenaga kerja mulai dilakukan menjelang akhir tahun 2008 sampai sekarang.
"Ada sekitar 200 karyawan PT Telen. Alasan PT Telen memberhentikan karyawannya karena usaha mereka tidak layak lagi, mengingat harga bijih nikel sampai sekarang belum juga membaik. Mereka (PT Telen-red) sudah memberi pesangon kepada karyawannya, nilainya berdasarkan kesepakatan antara manjemen perusahaan dengan karyawan. Tapi apabila tidak ada titik temu terhadap nilai pesangon, baru lah kita bertindak sebagai penengah," imbuhnya.
Hal senada diungkap Bakhrin, Kepala Desa (Kades) Lombok Kecamatan Long Ikis. Menurutnya, seluruh karyawan PT Telen yang tinggal di Desa Lombok sudah tidak lagi bekerja, menyusul ditutupnya PT Telen.
"Benar, PT Telen sudah tutup, saya tahu karena banyak bekas karyawan yang tinggal di desa kami. Tidak itu saja, pimpinan-pimpinan PT Telen sudah tidak ada lagi di Kecamatan Long Ikis, mereka sudah bubaran, kabarnya mau menggarap usaha tambang lagi di daerah lain," ungkapnya.
Seperti pernah diberitakan, PT Telen sebelumnya pernah mengurangi jam kerja untuk menekan biaya operasional, menyusul melemahnya harga nikel dunia akibat krisis global. Seperti yang disampaikan Project Manager PT Telen Tusam, Selasa (28/10). Menurutnya, operasional di lapangan dihentikan, tapi karyawan tetap bekerja dan mendapatkan gaji. Kegiatan perusahaan akan kembali normal apabila harga nikel dunia membaik, tetapi ia tidak berharap terjadi sebaliknya.(TribunKaltim,05012009)
Dikirim oleh : (administrator)
|
| BERITA LAINNYA : 11-02-2012 - | Badan Urusan Logistik (Bulog) menggunakan data PPLS dan BPS sebagai acuan menyalurkanRaskin (Beras Miskin) 2012. Sementara untuk teknis penyalurannya, bulog tetap menggunakan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Raskin Menumpuk di Gudang |
11-02-2012 - | Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berbenah untuk bisa menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin Sik, Msi di depan ratusan...',300)" onMouseOut="toolTip()">Polri Harus Anti Kekerasan |
11-02-2012 - | Bagi warga Tana Paser yang ingin ikut Jalan Sehat Ceria (JSC) Kaltim Post, Minggu (19/2) nanti, sepertinya harus cepat-cepat jika tak ingin kehabisan tiket. Pasalnya,...',300)" onMouseOut="toolTip()">Aksi Borong Tiket Makin Gencar |
11-02-2012 - | PT Asuransi Kesehatan (Askes) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi penyegaran kembali pelayanan kesehatan, antara lain pelayanan rawat jalan,rawat inap, dan rawat...',300)" onMouseOut="toolTip()">Askes Gelar Sosialisasi Pelayanan Kesehatan |
11-02-2012 - | Sungguh beruntung para kepala sekolah di Kecamatan Kuaro dan Batu Sopang. Mereka untuk keduakalinya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang digelar...',300)" onMouseOut="toolTip()">31 Kepsek Belajar Sistem Manajemen Sekolah |
|
|
|
 |
Berita Terbaru
Berita Populer
Tamu Online : 8
|